Jangan membawa permasalahan hingga ke tempat tidur

By  |  0 Comments

Tiap keluarga, terutama pasangan muda perlu memperhatikan, bahwa hendaklah jangan membawa permasalahan hingga ke tempat tidur, apabila kesepakatan belum tuntas, hendaklah disepakati untuk menyelesaikannya esok hari.

Ini adalah suatu kepercayaan bahwa jika Anda tidak memecahkan permasalahan segera, konflik yang belum terselesaikan akan bercokol semalaman.

Hal sebenarnya yang terjadi adalah, sebagian besar pasangan tidak saling memandang ketika mereka marah, sehingga kemungkinan berhasil menyelesaikan masalah ketika Anda masih memiliki asap yang keluar dari telinga Anda itu tipis sekali kemungkinannnya.

Jawabannya: Tidurlah, tapi berkomitmen untuk menyelesaikannya di pagi hari. Ketika Anda berpegang pada kemarahan untuk jumlah waktu yang wajar sebelum mengungkapkan kemarahan itu, Anda memiliki waktu untuk memproses perasaan Anda dan dikuasai oleh kemarahan yang menumpuk.

Plus, otak Anda benar-benar perlu persiapan untuk memperbaiki keadaan: Kurang tidur mengganggu penilaian, menurunkan konsentrasi dan kemampuan pemecahan masalah, dan perubahan keseimbangan neurotransmitter di otak yang bertugas mengatur suasana hati. Pastikan, bagaimanapun, bahwa Anda menunda kemarahan Anda untuk memprosesnya dan tidak membangun dinding diri dari masalah atau hubungan Anda.

Masalah yang dibawa ke tempat tidur membawa mimpi buruk tak menentu, keesokan harinya orang tersebut akan bangun dengan tubuh yang kurang segar dan perasaan yang kurang menyenangkan. Dalam kehidupan berumahtangga atau berpasangan, aturlah waktu untuk berdialog, bercanda, dan beristirahat, maka dengan demikian hubungan anda akan bahagia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>