Bagaimana Bila Hubungan Tidak Direstui Orangtua ?

By  |  0 Comments

Memiliki kekasih yang kita cintai tentu saja sangat membahagiakan.
Kehadirannya seolah membuat hidup ini lebih bermakna.
Tapi, bagaimana bila hubungan tidak  direstui orangtua ?
Kebanyakan orangtua selalu merasa tahu yang terbaik untuk anaknya, dan memang berharap yang terbaik untuk anak-anaknya, ini tidak dapat dipungkiri karena memang pengalaman hidup mereka lebih banyak.

Jika kita yakin bahwa pasangan baik dan sesuai kriteria, tetapi orang tua tetap tak merestui hubungan kita, dan pada akhirnya sering menimbulkan cekcok dengan orang tua. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Langkah apa saja agar orang tua luluh dan bersedia dengan ikhlas merestui kita? Sehingga kita tidak dihantui rasa bersalah dan penyesalan pada akhirnya?

Sebelum membuat keputusan, sebaiknya carilah solusi yang terbaik pada hubungan kita dengan kekasih.

A. Tanyakan pada orangtua, mengapa mereka tidak menyetujui hubungan kita
Orangtua punya alasan bila mereka memiliki kesan negatif terhadap hubungan yang dijalin anaknya dengan seseorang. Tanyakan dengan sopan pada orangtua, mengapa mereka tidak merestui hubungan itu.
Keluhan orang tua biasanya berkisar antara perbedaan agama, budaya dan adat istiadat, status, dan fisik, serta penilaian akan perilaku pasangan yang dinilai negatif oleh mereka.

B. Minta pendapat pada teman atau sahabat
Tanyakan pada teman-teman dekatmu dan mintalah pendapat mereka tentang hubungan kamu dengan pasangan.
jika ada sesuatu yang tidak mengena di hati, jangan terus mendebat mereka, sebaliknya dengarkanlah apa yang mereka sampaikan. Kemungkinan mereka juga memiliki pendapat yang sama dan bersikap seperti orangtua kamu, berarti memang ada masalah dengan pasangan kamu.

C. Pecahkan masalah 
Cari semua informasi tentang pasangan, kemudian cari solusinya jika memang si dia bermasalah.
Tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah akan tetap melanjutkan hubungan berdasarkan apa yang orang lain pikirkan tentang pasangan anda atau tidak.
Jika pasangan kamu adalah seorang yang pemalu, mungkin dia membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengenal orang-orang di sekitar kamu.
Namun jika pasangan tidak menghormati orangtua kamu, kamu mungkin memang harus meninggalkannya.
Pada akhirnya, kata hati kamu sendirilah yang akan menentukan apakah kisah cinta ini akan berlanjut atau tidak.

D. Koreksi hubungan kamu 
Kamu harus memastikan mengapa masih mencintai atau mempertahankannya.
Apakah ini karena cinta pertama?
Apakah ini sebuah tekanan perasaan, bahwa kamu harus punya pasangan untuk menjadi orang yang dianggap normal?
Apakah karena semata-mata untuk memenuhi kebutuhan seksual?
Apakah kamu melihat titik terang pada hubungan kamu yang nantinya menuju alam pernikahan dengannya?
Dari semua jawaban pertanyaan diatas kamu dapat mengkoreksi, apakah hubungan kalian layak untuk dilanjutkan atau tidak.

E. Koreksi sikap si dia terhadap kamu
Apakah pacar kamu memperlakukan kamu dengan hormat atau dia menganggap kamu sebagai mainan saja?
Apakah dia pernah merugikan kamu baik secara fisik ataupun emosional?
Jika jawabannya tidak positif, mungkin sebaiknya kamu harus mengakhiri hubungan itu.

Biarpun di dadaku hanya ada kamu tetapi cinta bukan segalanya. 

Kita tidak dapat mengorbankan semuanya hanya karena cinta. 

Belajarlah menerima kenyataan, jika cinta yang sudah anda pertahankan dengan sepenuh hati tetapi tetap tidak mendapat restu. 

Percayalah masih ada ada cinta lain yang bisa anda sandarkan dengan kasih sayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>